February 19, 2015

Internet Lambat, Produktivitas Terhambat

2 comments:
Disini apakah ada yang suka kalau internetnya lambat atau bahkan tidak bisa konek ke internet? Saya tebak pasti tidak ada yang suka dengan situasi seperti itu. Begitupun saya.

Sudah satu minggu lebih internet di kontrakan saya koneksi internetnya stabil. Stabil di EDGE maksudnya. Padahal saya sudah set 3G di smartphone untuk koneksi tertinggi.

Perhatikan tanda E nya. Padahal saya set di 3G :v

Entah apa yang terjadi pada koneksi internet di rumah saya. Padahal sebelumnya koneksi masih aman-aman saja, walaupun memang sesekali masih EDGE.

Dan yang lucu adalah ketika saya diamkan smartphone di lantai dalam jangka waktu yang agak lama, kondisi sinyal yang ditampilkan di layar justru berubah jadi H. Bahkan H+. Tetapi ketika saya angkat atau saya geser sedikit, sinyal langsung berubah jadi EDGE.

Apa yang salah ya?

Saya juga sudah komplain ke operator yang bersangkutan. Saya tidak akan sebut namanya, yang jelas operator yang saya gunakan adalah operator besar di Indonesia.

Kecuali kalau kondisi seperti ini terjadi lebih dari 4 minggu. Mungkin akan lain lagi ceritanya dan bisa jadi ada postingan baru.

Saya mengajukan complain melalui Twitter. Karena lebih fleksibel dan praktis ketimbang saya harus berkunjung ke customer service. Gak ada waktu yang jelas.

Tapi sejauh ini selalu dibalas setiap saya komplain. Walaupun ketika saya bertanya apa masalahnya, mereka tidak menjawab. Hanya sekedar memberikan jawaban kalau keluhan saya sudah diteruskan dan akan diselesaikan dalam waktu secepatnya.

Sudah dua tiket dikirimkan melalui SMS. Entah kapan selesainya.

Ada solusi?

February 9, 2015

Alasan Kenapa Memoderasi Komentar Itu Kadang Diperlukan

1 comment:
Buat kamu yang sering berkunjung ke blog ini dan berkomentar, pasti agak sedikit terganggu karena saya mulai kemarin memoderasi komentar, padahal sebelumnya saya tidak mengaktifkan fitur itu.

Moderasi komentar adalah sebuah fitur yang disediakan blogger untuk menyaring komentar-komentar yang masuk. Dan kamu bisa mengaktifkannya dengan mudah jika kamu menggunakan blogger sebagai platform ngeblog kamu.

Alasan Kenapa Memoderasi Komentar Itu Kadang Diperlukan

Sebenarnya saya tidak ingin memoderasi komentar. Tapi setelah saya lihat beberapa komentar yang masuk, ada saja komentar yang kadang gak nyambung, menyisipkan link, OOT yang jauh sekali.

Padahal sudah saya ingatkan tepat sebelum kolom komentar. Mungkin bisa dilihat sendiri J

Dan kenapa juga harus menyisipkan link pada komentar? Jika hanya untuk sebuah backlink, sia-sia saja karena blog ini memiliki posisi yang kurang baik di mesin pencari J

Juga untuk soal Page Rank dan Alexa Rank. Masih jauhlah dari kata bagus.

Lagipula saya sekarang tidak terlalu memikirkan keduanya dan lebih berfokus pada konten saja yang Insha Allah akan saya tingkatkan frekuensi dan kualitasnya sedikit demi sedikit.

Lalu kenapa harus memoderasi komentar? Ini alasan-alasan yang menurut saya cukup masuk akal.

1. Banyak komentar yang menyisipkan link.

Dan itu jumlahnya tidak satu-dua. Pernah ada yang komentar sampai 10 link dan itu cukup membuat saya memutuskan untuk menyaring komentar.

2.  Komentar yang bernada sinis, menjatuhkan, dan cenderung kasar.

Sebenarnya saya juga tahu bahwa tidak semua orang suka dengan blog ini. Tapi saya pun berusaha untuk memberikan yang terbaik disini. Dan kalaupun itu adalah sebuah kritik yang menurut saya membangun, saya pun akan menampilkannya sebagai introspeksi buat diri saya pribadi.

Tapi harus diingat juga bahwa blog diibaratkan sebuah rumah. Kalau kamu punya rumah terus ada orang asing tiba-tiba mengacak-acak rumah, mencoret, dan memecahkan kaca, apakah itu baik? Enggak kan J

Dua alasan itu juga cukup membuat saya harus menyaring komentar yang masuk. Saya juga heran kenapa banyak yang menyisipkan link disini. Padahal trafik juga belum terlalu banyak.

Saya berharap sekali Google selaku pemilik platform blogspot memperbaharui alogaritma untuk komentar. Kalau bisa seperti Akismet yang ada pada Wordpress. Dengan adanya Akismet, komentar yang masuk dapat otomatis tersaring jika ada komentar yang diluar jalur meskipun tidak dimoderasi manual. Kalau saya salah, koreksi ya.

Dan jika ingin berkomentar, berkomentar saja dengan baik dan sopan. Saya pun berusaha untuk berkomentar yang baik saat berkunjung ke blog lain. Semacam etika tak tertulis lah atau seperti berkunjung ke rumah seseorang.

J

Image: Morguefile

February 8, 2015

Go Refresh!

2 comments:

Membaca tulisannya Mas Eggi yang berjudul mencari jati diri, membuat saya sempat berfikir sejenak. Berfikir untuk mau dibawa sih blog ini? Padahal dahulu saya sempat untuk menjadikan blog ini khusus dalam bidang blogging saja dan akhirnya harus menyerah dan menjadikan blog pribadi saja.

Tapi blog pribadi juga jadi masalah juga. Jika pada tema blogging karena kesulitan mencari ide dan memang belum terlalu ahli, pada tema personal pun demikian. Karena saking banyaknya ide yang melintas, hanya melintas saja tentunya, sehingga tidak tahu mana yang harus ditulis haha.

Sempat terfikir untuk berpindah alamat dan bahkan berpindah platform. Tapi sekali lagi, alamat blog ini, www.urangblogger.com, adalah sebuah domain yang memiliki sejarah cukup panjang. Dimulai dari awal pemilihan namanya, rela gak jajan waktu kuliah karena ingin beli domain, sampai kegembiraan saya ketika blog ini terpilih untuk mereview produk salah satu produsen elektronik ternama.

Dan Alhamdulillah uang yang didapat kala itu cukup untuk keperluan kuliah dan membeli beberapa macam barang.

Itu adalah pengalaman pertama saya mendapatkan uang dari blog. Dan memang senangnya tidak terkira.

Tapi berkat postingan dari Mas Eggi tadi, saya mendapatkan ilham untuk mengelompokkan beberapa tema untuk posting di blog ini menjadi beberapa bagian seperti:

 Blogging

Jelas saya ingin tetap menulis tema tentang blogging. Karena selain untuk belajar sendiri, saya juga ingin berbagi ilmu buat kamu yang suka mengunjungi blog ini. Atau yang menjadi follower blog saya juga. Kurang baik apa coba saya hahaha.

 Buku

Sebuah tema yang sebenarnya dari dulu saya ingin tulis, tetapi terkendala oleh bahasa saya yang kadang rancu ketika mencoba untuk menulis pengalaman saya ketika membaca sebuah buku yang saya beli.

Hey, jangan aneh gitu. Biarpun begini, saya suka membaca buku loh. Koleksi buku saya juga cukup banyak dan mungkin kedepannya akan membeli beberapa buku lagi untuk bacaan J

 Jeprat-jepret

Sebenarnya agak pesimis juga sih dengan fotografi. Soalnya di daerah Karawang belum ada spot yang cukup menarik untuk difoto plus saya masih agak canggung jika mengeluarkan smartphone di keramaian. Smartphone yang saya miliki juga bukan yang harganya diatas IDR 5 juta, tapi saya menggunakan Lumia 620.

 Opini

Kadang saya punya pemikiran yang agak keluar jalur dari pemikiran banyak orang. Saya sebut itu opini saja, walaupun saya tahu bahwa postingan jenis ini agak beresiko mengundang kontroversi hati dan konspirasi kemakmuran hihihi.

 Pekerjaan

Nah kalau yang ini juga saya ingin nulis dari dulu, sama seperti buku. Cuma karena tahun kemarin masih karyawan kontrak, saya masih tahan dulu buat nulis. Meskipun baru sekitar satu tahun bekerja, banyak ingin yang saya bagikan terutama dari sudut pandang fresh graduate yang baru bekerja.

Personal

Kalau yang ini sih kalau ada ide tiba-tiba nyangkut di kepala, langsung ditulis. Boleh diabaikan atau ditanggapi hehehe.

Insha Allah dengan kelompokisasi kategori tersebut bisa membuat saya tetap produktif ngeblog dan tidak terganggu oleh sibuknya pekerjaan. Diawali dengan moderasi komentar yang baru diterapkan sekarang dan mengganti template menjadi template standar blogger yang terinspirasi dari sederhananya blog AdDuplex, sebuah website yang bergerak dalam advertising di Windows Phone.

Doakan saya kawan!

Image from: Morguefile